Opini saya tentang the butterfly effect

Nama : Jelang Seribu Bulan (14)
Kelas : IX G

Dikatakan bahwa sesuatu yang kecil seperti kepakan sayap kupu-kupu pada akhirnya dapat menyebabkan topan di belahan dunia lain.
-Chaos Theory

Kata chaos berasal dari bahasa Greek/Yunani kháos (χάος) yang artinya kekosongan sering juga diartikan sebagai kekacauan 
Source : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chaos_(cosmogony)

dalam mitologi Yunani alam semesta berasal dari Chaos (the void)
Source : https://www.britannica.com/topic/Chaos-ancient-Greek-religion

Nah dari Chaos tersebut muncul banyak dewa dewa, seperti : Gaia (dewa bumi), Eros (dewa cinta), Erebus (dewa kegelapan), Nyx (dewa malam) dan masih banyak banyak lagi

Dari mereka banyak melahirkan banyak keturunan, sampai dimana dewa Zeus, Hera, Athena lahir 

Inti dari pembahasan dewa dewa mitologi Yunani tersebut adalah dulu sempat diyakini bahwa segala sesuatu bencana dan fenomena seperti topan, hujan, gunung meletus semua disebabkan oleh para dewa dewa tersebut

Namun di era helenistik semua mitos mitos tak masuk akal ini, para filsuf mencari jawaban jawaban yang lebih masuk akal
Source : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Periode_Helenistik

Mereka sempat merasa bahwa alam semesta ini tak semisterius yang dibayangkan, karena mereka percaya bahwa alam semesta punya pola, sehingga mereka menamakan alam semesta ini cosmos lawan kata dari Chaos yang artinya dunia yang teratur (Ancient Greek: κόσμος, romanized: Kósmo)
Source : https://en.m.wikipedia.org/wiki/Cosmos

Karena hal tersebut muncul ilmuwan ilmuwan jenius seperti Copernicus, Galileo, Kepler yang berusaha merumuskan bagaimana cara alam semesta ini bekerja/bergerak

Pada di abad ke 17 ilmuwan jenius ternama bernama Isaac Newton mengeluarkan buku bernama PHILOSOHIÆ NATURALIS PRINCIPIA MATHEMATICA di dalamnya ia merumuskan secara akurat bagaimana benda benda langit bergerak termasuk bagaimana benda benda disekitar kita dapat bergerak yang sekarang ini kita kenal sebagai hukum Gravitasi dan hukum gerak Newton. Sehingga kita dapat memprediksi benda benda bergerak, sehingga pembuat jam pada abad ke 17 membuat replika tata Surya yang digerakkan oleh mesin yang dinamakan Grand Orrery 
Source : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Philosophi%C3%A6_Naturalis_Principia_Mathematica

https://www.gutenberg.org/files/28233/28233-h/28233-h.htm

Newton berkeyakinan bahwa alam semesta itu bergerak seperti Grand Orrery, dimana gerak alam semesta telah terpola sehingga segala sesuatu di alam semesta ini dapat diprediksi 
Source : https://www.whipplemuseum.cam.ac.uk/explore-whipple-collections/astronomy/grand-orrery

Keyakinan Newton ini runtuh seabad kemudian oleh seorang ilmuwan matematika Prancis bernama Henri Poincare, ia berkata bahwa prediksi alam semesta secara akurat itu tak mungkin karena ia menemukan Chaos

Newton hanya merumuskan alam semesta untuk 2 benda langit, yaitu bumi dan bulan. Namun ketika ia masukkan benda ketiga perhitungan jadi kacau. Newton kemudian berpikir bahwa bagaimana dengan banyaknya benda benda langit di alam semesta mengapa bisa begitu stabil 

Newton akhirnya menyerah bahwa alam semesta ini bisa stabil bukan karena hitungan dan rumus matematis nya tetapi ada peran Tuhan juga yang terlibat sehingga bintang dan benda benda langit dapat bergerak di orbitnya 
Source : https://history.aip.org/exhibits/cosmology/ideas/newtonian.htm

Keresahan dan kebingungan ini memunculkan ilmuwan temuan baru, bahwa alam semesta ini punya pola unik sehingga tak bisa diprediksi namanya Chaos, Chaos tersebut bukan berarti kekacauan Chaos yang dibahas adalah sebuah keteraturan dan pola yang tinggi sehingga kita tak dapat memprediksikannya

Kemudian muncul teori bernama Sensitive dependence on initial conditions yang artinya sekecil apapun perpindahan posisi walau sekecil 0,0000000001 mm berubah lintasannya akan berubah inilah karakteristik dari Chaos, dan inilah yang ditemukan oleh Henri Poincare bahwa sebetulnya alam semesta ini tak disesimpel yang Newton pikirkan 
Source : https://iopscience.iop.org/article/10.1088/0951-7715/6/6/014

Sayangnya hampir seluruh yang terjadi di dunia ini memiliki karakter Chaos, salah satu nya cuaca.

Cuaca adalah salah satu yang ingin diketahui oleh umat manusia, apakah besok akan terjadi hujan ataupun sebaliknya. Karena itu sejak dahulu manusia berusaha memprediksi hujan, maupun dengan cara mistis ataupun teknologi. Namun pake teknologi pun sering tidak membantu, karena cuaca merupakan contoh dari Chaos

Pada tahun 1980 para ilmuwan ahli meteorologi mencoba Untuk pertama kalinya memprediksikan cuaca dengan komputer. Salah satu ilmuwan nya adalah Edward Lorenz ia membuat program untuk mensimulasikan cuaca, ia bermodalkan 12 parameter cuaca, seperti temperatur, tekanan udara, kelembapan. 

Satu hari ia memulai simulasi nya, simulasi pertama selesai, lalu dia mencoba simulasi kedua. Tapi kali ini dia tak memulai nya dari awal, tapi ia memulai nya dari tengah dengan meninput nilai simulasi sebelumnya, lalu ia istirahat sebentar saat kembali ia kaget karena grafik nya menyimpang. Awalnya ia mengira komputer nya eror tapi ternyata bukan eror tetapi karena kesalahan kecil. Ia meninput angkanya dengan 3 angka dibelakang koma, padahal komputer itu meninput ketelitian dengan 6 angka dibelakang koma. Padahal perbedaannya sangat kecil, bahkan harusnya bisa diabaikan 

Tapi ternyata dengan perbedaan yang kecil saja grafik yang didapat Edward Lorenz menyimpang. 

Source : https://youtu.be/r_ahZOgPTsk?si=gnpub4NYCxwONIzi menit 2:15

https://www.britannica.com/biography/Edward-Lorenz

Perlu diingat bahwa grafik tersebut mewakili cuaca, grafik itu yang menentukan apakah cuaca akan cerah atau hujan, tapi kalo grafik itu menyimpang karena hal sepele/sederhana alam ini pada dasarnya tak bisa untuk diprediksi. 

Karena hal ini Edward Lorenz menulis artikel berjudul The Butterfly Effect. 

Pada awalan artikel tertulis : 
Apakah kepakapan sayap kupu-kupu di Brazil dapat menyebabkan tornado di Texas. Kupu kupu tersebut hanyalah sebuah metafora 

Source : https://www.scribd.com/document/192543278/1-Lorenz-The-Butterfly-Effect

Poinnya adalah ramalan cuaca dapat terganggu karena sesuatu yang kecil sekecil kepakan sayap kupu-kupu

Karena tulisan Edward Lorenz inilah kemudian istilah The Butterfly Effect menjadi sangat sangat populer. Bahkan digunakan tidak hanya untuk fisika dan matematika tapi untuk seluruh fenomena karena gangguan kecil situasi nya jadi kacau 

Kembali ke penemuan Edward Lorenz, 
2 orang peneliti dari MIT mencoba mematahkan apa yang sebenarnya terjadi pada rumus nya Edward Lorenz. Mereka menggambar grafik menggunakan rangkaian analog kemudian disebut Lorenz attractor. Dan gambar ini yang muncul : 

https://www.researchgate.net/figure/A-picture-of-the-famous-Lorenz-attractor-Here-the-trajectory-was-initialised-at-1-1_fig2_341180741

Bahkan gambar nya mirip dengan sayap kupu-kupu. Maksud pada gambar itu bahwa setiap titik lintasan tersebut mewakili cuaca yang sedang diramalkan, yang mengejutkan adalah titik tersebut selalu mengambil jalur yang berbeda dan tidak pernah bersinggungan sama sekali dengan lintasan sebelumnya 

Source : 
https://youtu.be/VjP90rwpBwU?si=rUlQwSVsK_Ki6dy0 detik ke 10

Intinya adalah gambar itu menunjukkan sekeras apapun kita mencoba memprediksikan sesuatu Alam seperti nya terus menghindar mengambil jalur yang berbeda, sehingga kalian tidak dapat tepat 100% untuk memprediksi sesuatu 

Hampir semua fenomena acak di dunia ini seperti air yang mengalir, gunung gunun, ranting pohon sampai detak jantung manusia punya karakteristik Chaos 

Chaos disini bukan berarti kacau tetapi pola yang saking teratur nya sulit untuk diprediksi. 

Sekalipun tak bisa diprediksi bukan berarti seluruh sains jadi tidak berguna bukti nya semua teknologi yang seperti kalian semua pakai adalah hasil dari produk sains hanya saja teori Chaos mengajar kan kita bahwa masih banyak hal yang tidak terjangkau oleh akal manusia, apa yang kita pelajari selama ini hanya setetes air di lautan yang luas

"Saya tidak tahu apa peran saya di dunia ini. Tapi bagi saya, saya hanyalah seperti anak kecil yang sedang bermain di pantai, lalu menemukan batu kerikil yang indah, sementara di hadapan saya terhampar luas lautan kebenaran yang menunggu untuk ditemukan"
- Isaac Newton 










Komentar